Postingan

Bid'ah Menurut 4 Mazhab

Gambar
Ibnul Manzhur dalam  Lisanul Arab  mendefinisikan bid’ah sebagai berikut: “Bid’ah adalah hal baru dalam perkara agama yang dimulai setelah sempurnanya Islam. Ibnu Sikit berkata: Bid’ah adalah setiap hal yang baru. Dalam hadits Umar dalam soal tarawih bulan Ramadan: Sebaik-baik bid’ah adalah ini. Ibnul Atsir berkata: Bid’ah itu ada dua, bid’ah hidayah dan bid’ah sesat. Perkara yang berlawanan dengan perintah Allah dan RasulNya termasuk bid’ah tercela dan mungkar. Sedangkan bid’ah berada di bawah perkara yang dianjurkan Allah dan RasulNya maka termasuk bid’ah terpuji. Adapun perkara yang tidak ada contoh sebelumnya seperti jenis dari kedermawanan dan perbuatan baik maka termasuk perbuatan terpuji.”[1] Jadi, pandangan bahwa bid’ah itu banyak macam dan ragamnya bukan hanya pendapat ulama fikih, ulama hadits atau ulama tafsir saja. Bahkan, ulama ahli bahasa pun berpendapat demikian. Untuk melengkapi bahasan tentang bid’ah ini, berikut pandangan ulama fikih dari madzhab empat....

Agronomi dan Botani Dalam Al-Qur'an

Gambar
A.  DEFENISI AGRONOMI DAN BOTANI Agronomi adalah cabang ilmu pertanian yang berkenaan dengan teori dan praktek produksi tanaman dan pengelolaan tanah secara ilmiah, [1]  ilmu sangat cocok untuk memahami konsep pertanian, dari pemiihan tanah hingga proses penanaman bibit tumbuhan. Sedangkan botani adalah cabang biologi yang menyelidiki kehidupan tumbuh-tumbuhan; ilmu tentang tumbuh-tumbuhan. [2]  Ilmu ini sering dikaji dalam permasalahan-permasalahan yang mengungkap tentang tumbuh-tumbuhan. B.  AYAT-AYAT AL-QUR’AN DAN INTERPRETASIANNYA TENTANG AGRONOMI DAN BOTANI Teori  Dan Faktor-Faktor Dalam  Pertanian فلينظر الانسان الى طعامه ۝  انا صببنا الماء ۝  ثم شققنا الارض شقا ۝  فانبتنا فيها حبا ۝  وعنبا وقضبا ۝  وزيتونا ونخلا ۝  وحدائق غلبا ۝  وفاكهة وابا ۝ “ Hendaklah manusia memperhatikan makanannya, sesungguhnya kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian kami belah bumi dengan sebaik- baik...

Sains dan Teknologi Dalam Al-Qur'an

Gambar
Al-Qur’an  sebagai kitab suci umat Islam harus difungsikan dalam kehidupan sehari-hari, agar tidak terjadi kesenjangan antara norma-norma Al-Qur’an dengan sikap dan tingkah laku kaum muslimin pada umumnya serta para ilmuwan muslim pada khususnya. Ilmuwan adalah orang yang memiliki ilmu berasal dari kata ‘ilmi, menurut makna leksikal Arab berarti saintisme, saintifik, terpelajar, kesarjanaan dan akademik. Ciri khusus (karakteristik) seorang ilmuwan adalah : Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan selalu menegakkan keadilan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran (3) ayat 18: “Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, (demikian pula bersaksi) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana”. Senantiasa memperhatikan fenomena alam dan dinamika kehidupannya, serta khusyu, tunduk dan takut hanya kepada Allah ‘Azza Wa Jalla’ (QS. Fathir (35) ayat 27 dan 28) :  “Tidakkah kam...